Sabtu , 5 September 2026
Home Pendidikan Dari Limbah Organik Jadi Produk Bernilai, PPK Ormawa Kembangkan Eco Enzyme sebagai Sabun Cuci Tangan
Pendidikan

Dari Limbah Organik Jadi Produk Bernilai, PPK Ormawa Kembangkan Eco Enzyme sebagai Sabun Cuci Tangan

31
Tim PPK Ormawa BEM Fakultas FMIPA Universitas Pakuan
Kegiatan pengolahan eco enzyme menjadi sabun cuci tangan di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor

IDNEWSUPDATE.COM – Sebagai bagian dari rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Pakuan melaksanakan kegiatan pengolahan eco enzyme menjadi sabun cuci tangan di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik rumah tangga sekaligus mengembangkan produk yang memiliki nilai guna.

Kegiatan tersebut menghadirkan Husaain selaku Tim PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan dan Ibu Yanih selaku Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Cipelang sebagai narasumber. Keduanya turut memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan limbah organik serta peluang pengembangan eco enzyme menjadi produk yang dapat digunakan dan dikembangkan oleh masyarakat.

Husaain menjelaskan, pemanfaatan eco enzyme merupakan salah satu pendekatan yang dapat memperkenalkan masyarakat pada pengelolaan limbah organik secara lebih produktif. Menurutnya, sisa kulit buah dan sayuran yang biasanya dibuang dapat dimanfaatkan melalui proses pengolahan sehingga memiliki fungsi baru.

Eco enzyme menjadi salah satu contoh bagaimana limbah organik rumah tangga dapat kita manfaatkan kembali. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada proses pembuatannya, tetapi juga diajak melihat bahwa pengelolaan sampah dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna,” ujar Husaain.

Sementara itu, Yanih menyatakan, kegiatan pengolahan eco enzyme menjadi sabun cuci tangan memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat, khususnya memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman baru bagi kami. Bahan yang biasanya dianggap sebagai sisa atau limbah ternyata bisa dimanfaatkan kembali. Kami berharap pengetahuan yang didapat bisa diterapkan dan dikembangkan bersama di lingkungan masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai eco enzyme sebagai hasil fermentasi bahan organik, khususnya sisa kulit buah dan sayuran. Masyarakat diberi pemahaman mengenai pemanfaatan sisa bahan organik yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah agar dapat dikelola melalui proses yang lebih bermanfaat. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

Dalam pelaksanaannya, bahan eco enzyme yang telah melalui proses fermentasi dan memenuhi kriteria untuk digunakan sebagai bahan dalam formulasi produk kemudian dipersiapkan. Proses pengolahan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kebersihan bahan dan peralatan yang digunakan. Eco enzyme selanjutnya dicampurkan dengan bahan pendukung lain sesuai formulasi yang telah dipersiapkan hingga menghasilkan produk sabun cuci tangan.

Setelah seluruh bahan tercampur secara merata, larutan sabun kemudian diperiksa kembali dari segi konsistensi dan karakteristik fisiknya sebelum memasuki tahap pengemasan. Produk yang telah siap selanjutnya dimasukkan ke dalam wadah yang sesuai dan diberi label sebagai bagian dari pengenalan produk kepada masyarakat.

Kegiatan pengolahan ini tak hanya berorientasi pada menghasilkan sabun cuci tangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat mengenai konsep ekonomi sirkular. Bahan organik yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan sehingga memiliki fungsi dan nilai guna baru.

Pemanfaatan eco enzyme  juga menjadi salah satu upaya memperkenalkan alternatif pengelolaan limbah organik yang dapat dilakukan masyarakat. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa pengelolaan sampah tidak selalu berakhir pada pembuangan, tetapi dapat diarahkan pada proses pemanfaatan kembali.

Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mempelajari tahapan pengembangan produk secara langsung, mulai dari persiapan bahan, pencampuran, pengolahan, hingga pengemasan. Pengetahuan tersebut menjadi modal awal bagi masyarakat apabila produk ingin dikembangkan sebagai produk rumah tangga maupun produk yang memiliki peluang ekonomi.

Selain aspek lingkungan, pengembangan eco enzyme menjadi sabun cuci tangan memiliki keterkaitan dengan upaya pemberdayaan masyarakat. Produk yang dihasilkan dapat menjadi contoh bahwa pengelolaan lingkungan dapat dipadukan dengan kegiatan produktif. Dengan demikian, kegiatan pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Tim PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan berupaya mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap limbah organik. Sisa kulit buah dan sayuran tak hanya dipandang sebagai sampah, tetapi dapat menjadi bahan yang berpotensi dimanfaatkan melalui  pengolahan yang tepat.

Pengembangan produk juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Setelah sabun cuci tangan berhasil dibuat, proses dapat dilanjutkan dengan pengembangan kemasan, desain label, pengujian mutu dan keamanan, perhitungan biaya produksi, hingga strategi pemasaran apabila produk akan dikembangkan sebagai produk komersial. Tahapan tersebut diperlukan agar produk tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga memenuhi aspek kualitas dan keamanan penggunaan.

Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara pengetahuan mahasiswa dengan pengalaman masyarakat mengelola lingkungan dan sumber daya. Melalui praktik secara langsung, masyarakat memperoleh pengalaman baru mengolah bahan organik, sementara mahasiswa mendapatkan kesempatan menerapkan pengetahuan dalam kegiatan pemberdayaan.

Pengolahan eco enzyme juga memperkuat pesan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari aktivitas sederhana di tingkat rumah tangga. Pemanfaatan sisa bahan organik melalui pengolahan yang tepat dapat menjadi salah satu langkah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengurangan sampah dan pemanfaatan kembali sumber daya.

Ke depannya, kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi rangkaian pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan. Masyarakat dapat didorong untuk memilah sampah sejak dari rumah, mengolah bahan organik yang sesuai, serta mengembangkan berbagai produk yang aman dan bermanfaat berdasarkan potensi yang tersedia.

Berita Terkait

Kalahkan 1.300 Peserta dari 9 Negara, Rajendra Pangarep Raih Prestasi Ganda di Malaysia

IDNEWSUPDATE.COM –  Prestasi membanggakan kembali diukir oleh talenta muda Indonesia di panggung...

Angkat Tradisi Jimpitan, Universitas Terbuka Perkuat Tata Kelola Kelurahan Batu Jaya Lewat Ruang Bersama Indonesia

IDNEWSUPDATE.COM –  Semangat gotong royong yang selama ini hidup dalam tradisi jimpitan...

Panduan Lengkap Cara Cek Status Penerima PIP 2026 Melalui Laman SIPINTAR

IDNEWSUPDATE.COM – Peserta didik serta orang tua saat ini dapat melakukan pengecekan...

Dari Buah Lokal Menjadi Produk Bernilai Tambah, PPK Ormawa Kembangkan Keripik Nanas di Desa Cipelang

IDNEWSUPDATE.COM –  Sebagai bagian dari rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK...