Sabtu , 5 September 2026
Home Pendidikan Angkat Tradisi Jimpitan, Universitas Terbuka Perkuat Tata Kelola Kelurahan Batu Jaya Lewat Ruang Bersama Indonesia
Pendidikan

Angkat Tradisi Jimpitan, Universitas Terbuka Perkuat Tata Kelola Kelurahan Batu Jaya Lewat Ruang Bersama Indonesia

53
Kegiatan PkM
Kegiatan PkM bertajuk "Penguatan Kapasitas Aparatur dan Masyarakat Desa/Kelurahan melalui Ruang Bersama Indonesia untuk Tata Kelola Administrasi Publik Berkelanjutan."

IDNEWSUPDATE.COM –  Semangat gotong royong yang selama ini hidup dalam tradisi jimpitan warga kini mendapat wajah baru. Di Aula Kelurahan Batu Jaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Kamis (27/8/2026), tradisi lokal itu dirajut menjadi fondasi tata kelola pemerintahan yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan, melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Kapasitas Aparatur dan Masyarakat Desa/Kelurahan melalui Ruang Bersama Indonesia untuk Tata Kelola Administrasi Publik Berkelanjutan.”

Kegiatan ini digagas oleh tim dosen dan mahasiswa Pascasarjana Universitas Terbuka, dengan Dr. Ivan Budi Susetyo, S.AP., M.Si. sebagai ketua pelaksana. Ia didampingi sejumlah anggota tim lintas keahlian, yaitu Dr. Florentina Ratih Wulandari, S.IP., M.Si., Dr. Faizal Madya, S.IP., M.Si., Erwin Rahmandita, M.Sc., Irva Sectio Caesaria Satyani, S.Ds., M.Ds., Puryanto, S.ST., M.Ds., serta Indah Wahyu Maesarini, Setyani, Yeni Widyastuti, dan Aan Wahyudi.

Disambut Hangat Aparatur dan Warga

Acara ini dibuka langsung oleh Lurah Batu Jaya, Sulthon, SH.I, didampingi Sekretaris Lurah, Nashrullah, S.Ag. Dalam sambutannya, Lurah Sulthon menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini, sekaligus memperkenalkan capaian membanggakan dari kelurahan yang dipimpinnya: Kampung Jimpitan RT 03/RW 03 Kelurahan Batu Jaya kini menjadi salah satu dari 7 lokasi piloting Ruang Bersama Indonesia (RBI) secara nasional.

Antusiasme ini tampak dari kehadiran berbagai unsur masyarakat mulai dari para Kepala Seksi dan staf kelurahan, pengurus RT/RW, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), kelompok Melati, hingga para penggerak Kampung Jimpitan yang selama ini menjadi ujung tombak gerakan sosial di tingkat akar rumput.

Kampung Jimpitan sendiri mengusung konsep yang menyentuh: menghidupkan kembali nilai gotong royong dan tradisi jimpitan warga sebagai landasan membangun ruang inklusif yang ramah perempuan dan anak. Di sana, warga dapat menikmati beragam fasilitas nyata, seperti Ruang Pintar untuk literasi digital anak-anak, program pemberdayaan ekonomi lewat bank sampah dan Kelompok Wanita Tani (KWT), hingga layanan sosial berupa sekolah lansia, posyandu, dan taman bermain anak.

Dua Sesi, Satu Semangat: Tata Kelola yang Berpihak pada Perempuan dan Anak

Kegiatan berlangsung dalam dua sesi yang saling melengkapi.

Sesi pertama dibawakan langsung oleh Dr. Ivan Budi Susetyo dengan tema “Penguatan Kapasitas Aparatur Desa/Kelurahan dalam Tata Kelola Administrasi Publik melalui Ruang Bersama Indonesia (RBI) sebagai Instrumen Pelayanan Publik Berkelanjutan.” Ia menegaskan bahwa kelurahan adalah garda terdepan pemerintahan yang paling dekat dengan denyut kehidupan masyarakat, sehingga kualitas tata kelolanya menjadi penentu utama kepercayaan publik. Empat pilar tata kelola yang baik yaitu akuntabel, transparan, partisipatif, dan responsif menjadi kerangka utama yang ia tanamkan kepada para aparatur.

Lebih jauh, ia memperkenalkan RBI sebagai gerakan kolaboratif lintas sektor untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, yang berpijak pada kearifan lokal serta dijalankan secara holistik, integratif, dan berkelanjutan. RBI merupakan program unggulan yang digagas oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA), sekaligus pengembangan dari Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (D/KRPPA) yang menjadi bagian dari Asta Cita ke-4 dan Program Prioritas Presiden ke-10 tentang kesetaraan gender yang mengusung visi besar PERMATA EMAS: Perempuan Mandiri, Anak Terlindungi, menuju Indonesia Emas 2045.

Sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki jejaring luas hingga ke pelosok negeri, Universitas Terbuka turut ambil bagian mendukung penuh keberhasilan program nasional ini. Melalui kegiatan PkM di Kelurahan Batu Jaya, UT menghadirkan peran nyata akademisi dalam mengawal implementasi RBI di tingkat akar rumput dan memastikan program yang digagas Kementerian PPPA tidak berhenti sebagai kebijakan di atas kertas, melainkan benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh aparatur maupun masyarakat desa/kelurahan.

Sesi kedua membawa nuansa yang lebih segar dan aplikatif bertajuk “Canva untuk Media Belajar Anak: Dari Ide Sederhana menjadi Puzzle, Flashcard, Buku Mewarnai, dan Worksheet Siap Pakai,” dibawakan oleh Irva Sectio Caesaria Satyani, S.Ds., M.Ds. Pelatihan ini dirancang khusus untuk para ibu rumah tangga dan pengurus kelompok Melati, membekali mereka dengan keterampilan digital praktis membuat media belajar anak menggunakan Canva.

Peserta diajak memahami lima langkah dasar berkarya di Canva mulai dari menentukan ukuran desain, mencari template, menambahkan elemen visual, mengedit tata letak, hingga mengunduh hasil dalam format PDF siap cetak. Tak berhenti di situ, peserta juga dibekali tips praktis yang aplikatif: memilih satu tujuan belajar sederhana (mengenal warna, huruf, angka, bentuk, atau kosakata), menyesuaikan tingkat kesulitan dengan usia anak, serta merancang aktivitas singkat 10–15 menit agar belajar tetap menyenangkan bagi si kecil.

Belajar Sambil Berdiskusi dan Berkomitmen

Yang membuat kegiatan ini semakin berkesan adalah pendekatan partisipatifnya. Peserta tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengisi kertas kerja (worksheet) secara kolaboratif dan mengidentifikasi tantangan tata kelola di lingkungan kelurahan hingga merumuskan rencana penerapan prinsip-prinsip RBI secara nyata.

Setiap kelompok didampingi langsung oleh anggota tim PkM Universitas Terbuka, sehingga proses diskusi berlangsung interaktif dan mendalam. Hasil diskusi tersebut kemudian dipresentasikan di hadapan seluruh peserta, menjadi penutup yang sekaligus menandai komitmen bersama untuk membawa pulang dan menerapkan hasil pelatihan di lingkungan kerja maupun masyarakat masing-masing.

Kolaborasi antara penguatan kelembagaan aparatur dan peningkatan keterampilan digital perempuan ini menjadi bukti nyata bahwa tata kelola pemerintahan yang baik tidak berdiri sendiri, namun ia tumbuh berdampingan dengan pemberdayaan masyarakat akar rumput. Melalui semangat Ruang Bersama Indonesia, Kelurahan Batu Jaya membuktikan bahwa tradisi lokal dan inovasi sosial dapat berjalan seiring, membangun ruang aman, inklusif, dan partisipatif bagi perempuan dan anak menuju Indonesia Emas 2045.

Berita Terkait

Kalahkan 1.300 Peserta dari 9 Negara, Rajendra Pangarep Raih Prestasi Ganda di Malaysia

IDNEWSUPDATE.COM –  Prestasi membanggakan kembali diukir oleh talenta muda Indonesia di panggung...

Dari Limbah Organik Jadi Produk Bernilai, PPK Ormawa Kembangkan Eco Enzyme sebagai Sabun Cuci Tangan

IDNEWSUPDATE.COM – Sebagai bagian dari rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK...

Panduan Lengkap Cara Cek Status Penerima PIP 2026 Melalui Laman SIPINTAR

IDNEWSUPDATE.COM – Peserta didik serta orang tua saat ini dapat melakukan pengecekan...

Dari Buah Lokal Menjadi Produk Bernilai Tambah, PPK Ormawa Kembangkan Keripik Nanas di Desa Cipelang

IDNEWSUPDATE.COM –  Sebagai bagian dari rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK...