Kamis , 22 Oktober 2026
Home Sehat Peneliti Temukan Metode Baru Lindungi Otak dari Kerusakan Alzheimer
Sehat

Peneliti Temukan Metode Baru Lindungi Otak dari Kerusakan Alzheimer

5

IDNEWSUPDATE.COM – Para ilmuwan di Washington University School of Medicine berhasil menemukan metode untuk melindungi jaringan otak dari kerusakan akibat Alzheimer dengan cara menghambat sel imun tertentu tanpa perlu menyingkirkan protein tau yang beracun. Penelitian yang dilakukan pada model tikus ini menunjukkan bahwa pendekatan tersebut mampu menjaga sekitar 40 persen lebih banyak jaringan di pusat memori otak sekaligus meningkatkan fungsi daya ingat subjek uji.

Selama ini, tantangan utama dalam menangani penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer adalah kematian sel saraf yang dipicu oleh penumpukan protein tau abnormal. Meskipun penumpukan protein ini sering dikaitkan dengan kerusakan otak, bukti terbaru menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh yang bereaksi berlebihan terhadap protein tersebut justru menjadi faktor utama hilangnya fungsi kognitif dan sel otak.

Dalam eksperimen yang dipublikasikan dalam jurnal Neuron pada 28 September 2026, tim peneliti menggunakan antibodi untuk memblokir protein CXCR3. Protein ini berfungsi sebagai panduan bagi sel T agar bisa masuk ke dalam jaringan otak. Hasilnya, jumlah sel T yang masuk ke otak berkurang setengahnya, yang kemudian terbukti efektif meminimalisir kerusakan saraf secara signifikan.

Penemuan ini menjadi terobosan penting karena prosedur tersebut memberikan perlindungan bagi otak meskipun akumulasi protein tau di dalam sel tetap ada. Dengan memblokir jalur masuk sel imun melalui reseptor CXCR3, para peneliti berhasil menjaga kesehatan struktur memori tanpa harus menembus hambatan darah-otak yang selama ini menjadi kendala besar dalam pengiriman obat-obatan neurologis.

Strategi Baru Melawan Alzheimer

David M. Holtzman, penulis senior studi tersebut, menekankan pentingnya pergeseran fokus terapi untuk masa depan. “Dalam tauopati, termasuk penyakit Alzheimer, saat ini belum ada pengobatan yang benar-benar mampu menurunkan degenerasi saraf,” ujar David M. Holtzman, MD, saat memberikan penjelasan mengenai temuan tersebut pada 20 Oktober 2026.

Menurut Holtzman, jika strategi ini terbukti aman bagi manusia, maka pengobatan di masa depan tidak perlu lagi berfokus pada penghilangan protein tau secara langsung. Sebaliknya, intervensi medis dapat difokuskan untuk mengendalikan respon imun yang merusak. Langkah ini membuka peluang bagi pemanfaatan obat-obatan yang sudah ada, seperti perawatan untuk multiple sclerosis, untuk diuji efektivitasnya dalam melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat penyakit Alzheimer.

Berita Terkait

Studi Terbaru Ungkap Dampak Makanan Ultraproses Terhadap Kanker Usus Besar

IDNEWSUPDATE.COM – Sebuah penelitian terbaru dari QIMR Berghofer Medical Research Institute Australia...

Menkes Ingatkan Bahaya Kesehatan Mengonsumsi Kol Goreng

IDNEWSUPDATE.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan peringatan keras kepada masyarakat...

Studi Terbaru Ungkap Dampak Tersembunyi Suplemen Vitamin D2 Bagi Tubuh

IDNEWSUPDATE.COM – Para ilmuwan dari University of Surrey mengungkapkan temuan bahwa konsumsi...

Posisi Lengan yang Salah Dapat Membuat Tekanan Darah Terbaca Lebih Tinggi

IDNEWSUPDATE.COM – Peneliti dari Johns Hopkins Medicine menemukan bahwa posisi lengan yang...