Kamis , 22 Oktober 2026
Home Bisnis Analisis Pengambilan Keputusan Investasi Berdasarkan Studi Kelayakan Bisnis
Bisnis

Analisis Pengambilan Keputusan Investasi Berdasarkan Studi Kelayakan Bisnis

12
Foto Ilustrasi

Oleh :

Hafidz Agam (241010504508), Nanda Nur Awalliyah Putri Seleky (241010503347), Rahma Ayu Nurjanah (241010503217)

Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang

 

Abstrak

The business feasibility system plays a crucial role in assisting management to make appropriate strategic decisions before a business is initiated or expanded. This study aims to analyze the role and integration of the Business Feasibility Study (BFS) specifically focusing on Management and Human Resource (HR) aspects in managerial decision-making within an organization. The research methodology employs a qualitative approach using literature review techniques, examining various scientific journals, management literature, and publications related to business feasibility analysis and human capital investment. The findings indicate that a feasibility study incorporating workforce planning and Human Capital Return on Investment (HCROI) measurement provides comprehensive insights for management to evaluate opportunities, operational risks, and business sustainability. This study concludes that implementing a structured feasibility study on HR aspects enhances the quality of managerial decision-making and minimizes operational planning risks. Keywords: Business Feasibility System, Managerial Decision Making, HR Management, Human Capital ROI, Business Planning.

PENDAHULUAN

Di tengah dinamika perekonomian yang kompetitif, setiap entitas bisnis dihadapkan pada tantangan pengalokasian modal yang efisien. Keputusan investasi, baik untuk penanaman modal baru, perluasan lini bisnis, maupun restrukturisasi organisasi, selalu membawa implikasi strategis jangka panjang. Keberhasilan suatu investasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan modal finansial, melainkan sangat bergantung pada kesiapan dan kualitas modal manusia (human capital) yang menjalankan bisnis tersebut.

Dalam konteks Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), Studi Kelayakan Bisnis (SKB) berperan penting untuk menilai kelayakan aspek organisasi dan ketenagakerjaan sebelum keputusan investasi direalisasikan. Analisis kelayakan aspek SDM mencakup perencanaan kebutuhan tenaga kerja (workforce planning), kesiapan kompetensi, analisis beban kerja, estimasi biaya rekrutmen dan pelatihan, hingga kesesuaian budaya organisasi (Lubis et al., 2025; Siburian et al., 2025). Kesalahan dalam mengkaji kelayakan aspek SDM dapat menyebabkan ketidakseimbangan beban kerja, tingginya tingkat perputaran karyawan (turnover), hingga kegagalan operasional proyek investasi.

Meskipun indikator keuangan sering kali menjadi kriteria utama dalam capital budgeting, investasi yang berkelanjutan membutuhkan integrasi antara kriteria finansial dan potensi Return on Investment dari aspek SDM (Human Capital ROI) (Prabha et al., 2026). Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana evaluasi kelayakan aspek SDM dalam Studi Kelayakan Bisnis diintegrasikan guna memandu pengambilan keputusan investasi yang strategis, rasional, dan berkelanjutan.

LANDASAN TEORI

Studi Kelayakan Bisnis Aspek Manajemen dan SDM

Studi Kelayakan Bisnis (SKB) aspek manajemen dan SDM merupakan evaluasi sistematis untuk menilai kesiapan struktur organisasi, kebutuhan tenaga kerja, dan sistem pengelolaannya sebelum keputusan investasi direalisasikan. Keberhasilan ekspansi atau proyek investasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan modal finansial, tetapi juga pada efektivitas perencanaan SDM, mencakup rekrutmen, kualifikasi, pelatihan, hingga retensi tenaga kerja (Lubis et al., 2025). Penilaian aspek ini menjadi filter operasional untuk memastikan bisnis memiliki fondasi organisasi yang stabil (Siburian et al., 2025).

Investasi Modal Manusia (Human Capital Investment)

Human capital mencakup pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dimiliki oleh tenaga kerja yang memberikan nilai ekonomis bagi organisasi. Investasi pada human capital  dilakukan  melalui  program  pelatihan,  pengembangan  kompetensi,  serta pengadaan teknologi pendukung kerja. Penataan human capital yang spesifik dan sesuai dengan kebutuhan organisasi terbukti memiliki korelasi positif yang kuat terhadap peningkatan kinerja perusahaan (Crook et al., 2011).

Human Capital Return on Investment (HCROI)

Human Capital ROI merupakan metrik keuangan yang digunakan untuk mengukur efisiensi dan nilai tambah yang dihasilkan oleh setiap unit biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja. Formulasinya memperhitungkan selisih antara pendapatan dan biaya operasional non-SDM relatif terhadap total biaya tenaga kerja (Prabha et al., 2026). Pengukuran ini menghubungkan intervensi pengembangan SDM secara langsung dengan hasil finansial yang terukur (Holton & Yamkovenko, 2003).

METODE PENELITIAN

Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data sekunder diperoleh melalui penelaahan berbagai literatur ilmiah, jurnal terakreditasi, dan studi kasus kelayakan investasi yang berfokus pada aspek manajemen, SDM, dan kelayakan bisnis. Analisis dilakukan dengan mensintesis indikator-indikator kualitatif (aspek organisasi dan ketenagakerjaan) serta indikator kuantitatif (Human Capital ROI) untuk merumuskan kerangka pengambilan keputusan manajemen yang terstruktur.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Evaluasi Kelayakan Organisasi dan Perencanaan Tenaga Kerja Tahap awal keputusan investasi dimulai dengan menilai kesiapan struktur organisasi dan workforce planning. Berdasarkan temuan Lubis et al. (2025) dan Siburian et al. (2025), bisnis yang layak secara manajemen harus memiliki kejelasan pembagian kerja, ketersediaan standar operasional prosedur (SOP), serta pemenuhan kualifikasi tenaga kerja. Jika suatu proyek investasi tidak didukung oleh ketersediaan talenta yang kompeten atau memiliki tingkat turnover yang tinggi, risiko kegagalan operasional akan meningkat meskipun proyeksi finansialnya terlihat menguntungkan.

Pengukuran Nilai Tambah SDM Melalui HCROI dalam Pengambilan Keputusan Setelah kesiapan organisasi terpenuhi, alokasi biaya untuk SDM (seperti biaya rekrutmen, gaji, dan pelatihan) dianalisis menggunakan pendekatan Human Capital ROI. Menurut Prabha et al. (2026), produktivitas dan tingkat keterikatan karyawan (employee engagement) merupakan faktor utama yang mendorong peningkatan HCROI. Melalui pendekatan sistem (Holton & Yamkovenko, 2003), investasi dalam bentuk pelatihan SDM dikonversi menjadi peningkatan efisiensi operasional yang pada akhirnya meningkatkan arus kas masuk (cash flow). Dengan demikian, aspek SDM tidak lagi diperlakukan sebagai beban biaya (cost center), melainkan sebagai aset strategis (value driver) yang menentukan kelayakan investasi dan efektivitas keputusan manajemen.

KESIMPULAN

Analisis pengambilan keputusan manajemen berdasarkan Studi Kelayakan Bisnis tidak dapat dipisahkan dari evaluasi aspek Manajemen dan Sumber Daya Manusia. Kelayakan aspek SDM berperan sebagai prasyarat operasional melalui perencanaan tenaga kerja, kejelasan struktur organisasi, dan kesiapan kompetensi. Integrasi aspek SDM ke dalam keputusan investasi diukur melalui Human Capital ROI (HCROI) yang membuktikan bahwa investasi pada modal manusia memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja finansial organisasi. Keputusan manajemen yang rasional dan berkelanjutan adalah keputusan yang menyinergikan kesiapan organisasi dengan potensi nilai tambah human capital.

DAFTAR PUSTAKA

Crook, T. R., Todd, S. Y., Combs, J. G., Woehr, D. J., & Ketchen, D. J. (2011). Does human capital matter? A meta-analysis of the relationship between human capital and firm performance.Journal of Applied Psychology, 96(3), 443–456.

Holton, E. F., & Yamkovenko, B. O. (2003). A systems approach to measuring return on investment for HRD interventions. Human Resource Development Quarterly, 14(4), 381–403.

Lubis, W. R., Nasution, N. A., Hendra, & Nurhaliza, S. (2025). Aspek Manajemen dan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Studi Kelayakan Bisnis. Al-Maidah Journal of Islamic Banking (AMANAH), 1(1).

Prabha, R. J., Anusuya, A., Gomathi, S., Subhash, D., & Vignesh, C. (2026). Human Capital ROI: Measuring Employee Value. Economic Sciences, 22(6S), 153–162.

Siburian, R., Anggraini, A., Sinurat, M. A., & Lubis, P. K. D. (2025). Analisis Aspek Studi Kelayakan Bisnis pada Usaha CV. Toma Baru. JLEB: Journal of Law Education and Business, 3(1).

Berita Terkait

Haji Suhendi Bangun Kemandirian Ekonomi Melalui Transformasi Pola Pikir di Akademi Mantra Digital

IDNEWSUPDATE.COM – Haji Suhendi Iskandar secara resmi mengembangkan Akademi Mantra Digital sebagai...

Kemenekraf Optimalkan Industri Sulih Suara Dongkrak Ekonomi Kreatif Nasional

IDNEWSUPDATE.COM – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) secara resmi meluncurkan program pembinaan Wonder...

Penjualan Mobil LCGC Turun Akibat Peralihan Konsumen ke Kendaraan Listrik

IDNEWSUPDATE.COM – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penurunan signifikan pada...

BEI Resmi Menurunkan Batas Auto Rejection Bawah Jadi Tujuh Persen

IDNEWSUPDATE.COM – PT Bursa Efek Indonesia secara resmi melakukan penyesuaian batas Auto...