IDNEWSUPDATE.COM – Pemerintah Timor-Leste dan Pemerintah Republik Indonesia terus memperkuat hubungan bilateral melalui sektor pendidikan tinggi, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan antara Wakil Perdana Menteri Timor-Leste, Mariano Assanami Sabino Lopes, dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Pertemuan strategis tersebut turut dihadiri oleh Holderyco J.M.C. Campos, Lic.,Dir., selaku Atase Pendidikan Timor-Leste untuk Indonesia, yang berperan dalam mendukung koordinasi diplomatik dan memperkuat komunikasi antarpemerintah di bidang pendidikan. Pertemuan ini membahas berbagai peluang kerja sama pendidikan tinggi, termasuk peningkatan kuota beasiswa bagi mahasiswa Timor-Leste, penguatan penelitian bersama, pertukaran akademisi, serta pengembangan kapasitas perguruan tinggi di kedua negara.
Perkuat Beasiswa dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah peningkatan kuota beasiswa bagi mahasiswa Timor-Leste, khususnya untuk program Sarjana (S1), Magister (S2) dan Doktor (S3). Pemerintah Timor-Leste berharap adanya perluasan kesempatan bagi para dosen untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Langkah tersebut dinilai penting dalam meningkatkan kualitas tenaga pengajar, memperkuat kapasitas akademik, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Selain itu, kedua pihak turut membahas penguatan basis data mahasiswa Timor-Leste yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Pendataan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih terarah, sekaligus memperkuat koordinasi dalam memberikan pelayanan dan dukungan kepada mahasiswa Timor-Leste.
Dorong Kerja Sama Penelitian dan Pertukaran Akademik
Dalam bidang penelitian, kedua pemerintah mendorong penguatan kerja sama penelitian bersama (joint research) antara perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia dan Timor-Leste. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas peneliti, serta pendampingan teknis dalam pengembangan penelitian akademik.
Kolaborasi tersebut menjadi semakin penting bagi Timor-Leste dalam memperkuat kapasitas penelitian nasional, mengingat masih terdapat keterbatasan jumlah peneliti dan fasilitas penelitian. Melalui kemitraan ini, perguruan tinggi kedua negara diharapkan dapat mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bahas Kemudahan Administrasi Mahasiswa Timor-Leste
Pertemuan tersebut juga membahas permohonan keringanan biaya Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) bagi mahasiswa Timor-Leste yang sedang menempuh pendidikan di Indonesia. Pemerintah Timor-Leste menyampaikan apresiasi atas kebijakan perpanjangan masa berlaku KITAS bagi mahasiswa program S2 menjadi dua tahun dan program S3 menjadi tiga tahun.
Kebijakan tersebut dinilai memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam memenuhi persyaratan administrasi keimigrasian, mengurangi frekuensi perpanjangan izin tinggal, serta mendukung kelancaran aktivitas akademik. Sementara itu, permohonan keringanan biaya KITAS diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan kementerian dan instansi terkait di Indonesia.
Holderyco J.M.C. Campos Perkuat Diplomasi Pendidikan
Kehadiran Holderyco J.M.C. Campos sebagai Atase Pendidikan Timor-Leste untuk Indonesia menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat hubungan pendidikan bilateral kedua negara. Dengan pengalaman sebelumnya sebagai Eks Kepala Staf dan Eks Penasihat Hukum Wakil Perdana Menteri Timor-Leste, Holderyco kini menjalankan tugas diplomatik untuk menjembatani kepentingan Pemerintah Timor-Leste dan Indonesia dalam bidang pendidikan.
Peran Atase Pendidikan diharapkan dapat memperkuat komunikasi, memfasilitasi koordinasi, serta mendorong tindak lanjut berbagai agenda kerja sama yang telah dibahas dalam pertemuan tersebut.
Pendidikan sebagai Pilar Hubungan Bilateral
Pertemuan antara Mariano Assanami Sabino Lopes dan Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. menegaskan bahwa pendidikan tinggi merupakan salah satu pilar penting dalam mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Timor-Leste. Melalui penguatan kerja sama beasiswa, penelitian, pertukaran akademik, dan pengembangan sumber daya manusia, kedua negara diharapkan dapat membangun kemitraan pendidikan yang semakin konkret dan berkelanjutan.
Kerja sama tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa dan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi investasi strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendukung pembangunan nasional kedua negara.
