Jumat , 6 November 2026
Home Bisnis Kelas Menengah di Indonesia Menyusut Hingga Sepuluh Juta Orang
Bisnis

Kelas Menengah di Indonesia Menyusut Hingga Sepuluh Juta Orang

9
Ilustrasi

IDNEWSUPDATE.COM – Jumlah populasi kelas menengah di Indonesia mengalami penurunan signifikan sebesar hampir 10 juta jiwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir akibat pergeseran struktur lapangan kerja dan transformasi ekonomi. Data menunjukkan angka kelas menengah turun dari 57 juta orang pada 2019 menjadi 47,85 juta orang pada 2024.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad H. Wibowo, menyatakan bahwa fenomena ini tidak dapat langsung diartikan sebagai penurunan daya beli secara menyeluruh. Pemerintah menilai terdapat perubahan perilaku konsumsi masyarakat serta pergeseran sumber penghasilan di tengah perkembangan teknologi yang masif.

Disrupsi teknologi, pemanfaatan kecerdasan buatan, serta situasi geopolitik global disebut sebagai pemicu utama perubahan struktur lapangan pekerjaan. Sektor tradisional seperti tekstil mengalami tekanan, sementara sektor jasa seperti transportasi dan telekomunikasi justru mencatatkan pertumbuhan signifikan.

Mengenai perubahan kondisi ekonomi ini, Dradjad memberikan tanggapan. “Ini memang ada transformasi ekonomi. Ada disrupsi teknologi, ada AI, ada geopolitik,” ujar Dradjad saat memberikan pernyataan pada hari Rabu (5/11/2026).

Faktor Pendorong Perubahan Ekonomi

Pergeseran pola belanja masyarakat kini lebih banyak beralih ke kanal daring dengan volume pembelian yang lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Pemerintah menyadari peran krusial kelas menengah yang menyumbang lebih dari 80 persen konsumsi rumah tangga nasional, sehingga stabilitas kelompok ini menjadi prioritas kebijakan.

Guna merespons tantangan tersebut, pemerintah menyiapkan langkah mitigasi melalui program pelatihan vokasi bagi 300 ribu orang dan magang bagi 150 ribu peserta pada 2027 mendatang. Selain itu, insentif fiskal berupa Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah serta subsidi bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terus dioptimalkan.

Strategi pemerintah ke depan difokuskan pada penguatan keterampilan tenaga kerja agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan di sektor jasa maupun ekonomi kreatif. Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan transisi ekonomi berjalan dengan lebih stabil di masa depan.

Berita Terkait

Angka Pengangguran Indonesia Berhasil Turun Sebanyak 77 Ribu Orang

IDNEWSUPDATE.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan penurunan jumlah pengangguran di Indonesia...

Jumlah Investor Kripto di Indonesia Tembus 23,48 Juta Orang

IDNEWSUPDATE.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan jumlah investor aset kripto di...

Bapanas Resmi Hentikan Sementara Izin Edar Beras Fortifikasi

IDNEWSUPDATE.COM – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memutuskan untuk memberlakukan moratorium izin edar...

Direktorat Jenderal Pajak Resmi Berikan Relaksasi Perpanjangan Batas Lapor Pajak Minimum Global

IDNEWSUPDATE.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan resmi memberikan kebijakan perpanjangan...